Sunday, September 2, 2012

MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE INTEGRATED, READING AND COMPOSITION (CIRC)

PENGERTIAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE INTEGRATED, READING AND COMPOSITION (CIRC)


CIRC      singkatan     dari   Cooperative       Integrated    Reading      and Compotition, termasuk salah satu model pembelajaran cooperative learning yang pada mulanya merupakan pengajaran kooperatif terpadu membaca dan menulis    (Steven   dan   Slavin   dalam   Nur,   2000:8)    yaitu  sebuah   program komprehensif      atau   luas  dan   lengkap    untuk    pengajaran    membaca      dan menulis     untuk   kelas-kelas    tinggi  sekolah    dasar.   Namun,     CIRC    telah berkembang       bukan    hanya   dipakai    pada   pelajaran    bahasa, IPS, dan PKn    tetapi  juga pelajaran eksak seperti pelajaran matematika dan IPA. 

Dalam      model    pembelajaran      CIRC,     siswa   ditempatkan      dalam kelompok-kelompok kecil yang heterogen, yang terdiri atas 4 atau 5 siswa.  Dalam kelompok ini tidak dibedakan atas jenis kelamin, suku/bangsa, atau tingkat   kecerdasan   siswa.   Jadi,   dalam   kelompok   ini   sebaiknya   ada   siswa yang   pandai,   sedang   atau   lemah,   dan  masing-masing   siswa   merasa   cocok satu   sama   lain.  Dengan    pembelajaran    kooperatif,   diharapkan    para   siswa  dapat   meningkatkan      cara berfikir   kritis,  kreatif  dan  menumbuhkan rasa sosial yang tinggi.


Dalam pembelajaran CIRC atau pembelajaran terpadu setiap siswa bertanggung jawab terhadap tugas kelompok. Setiap anggota kelompok saling mengeluarkan ide-ide untuk memahami suatu konsep dan menyelesaikan tugas (task), sehingga terbentuk pemahaman  dan pengalaman belajar yang lama. Model pembelajaran ini terus mengalami perkembangan mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga sekolah menengah. Proses pembelajaran ini mendidik siswa berinteraksi sosial dengan lingkungan. Prinsip belajar terpadu ini sejalan dengan empat pilar pendidikan yang digariskan UNESCO dalam kegiatan pembelajaran. Empat pilar itu adalah ”belajar untuk mengetahui (learning to know), belajar untuk berbuat (learning to do), belajar untuk menjadi diri sendiri (learning to be), dan belajar hidup dalam kebersamaan (Learning to live together), (Depdiknas, 2002).

Pada model ini siswa dibentuk beberapa kelompok untuk memberikan tanggapan terhadap wacana atau kliping yang telah disediakan.

LANGKAH-LANGKAH ATAU SINTAKS MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIFE INTEGRATED, READING AND COMPOSITION (CIRC) sebagai berikut:

  1. Siswa dibentuk kelompok dengan anggota 4 sampai 5 orang secara heterogen
  2. Guru memberikan wacana atau kliping yang sesuai dengan pembelajaran
  3. Siswa bekerjasama saling membacakan dan menemukan jawaban atau ide pokok dari permasalahan yang tersedia kemudian memberikan tanggapan terhadap wacana atau kliping tersebut dan di tulis di selembar kertas.
  4. Siswa mempresentasikan atau membacakan hasil kelompok.
  5. Guru memberikan penguatan
  6. Guru dan siswa membuat kesimpulan secara bersama-sama.
  7. Penutup.

Dari setiap fase tersebut di atas dapat kita perhatikan dengan jelas sebagai berikut:

  1. Fase Pertama, Pengenalan konsep. Fase ini guru mulai mengenalkan tentang suatu konsep atau istilah baru yang mengacu pada hasil penemuan selama eksplorasi. Pengenalan bisa didapat dari keterangan guru, buku paket, atau media lainnya.
  2. Fase Kedua, Eksplorasi dan aplikasi. Fase ini memberikan peluang pada siswa untuk mengungkap pengetahuan awalnya, mengembangkan pengetahuan baru, dan menjelaskan fenomena yang mereka alami dengan bimbingan guru minimal. Hal ini menyebabkan terjadinya konflik kognitif pada diri mereka dan berusaha melakukan pengujian dan berdiskusi untuk menjelaskan hasil observasinya. Pada dasarnya, tujuan fase ini untuk membangkitkan minat, rasa ingin tahu serta menerapkan konsepsi awal siswa terhadap kegiatan pembelajaran dengan memulai dari hal yang kongkrit. Selama proses ini siswa belajar melalui tindakan-tindakan mereka sendiri dan reaksi-reaksi dalam situasi baru yang masih berhubungan, juga terbukti menjadi sangat efektif untuk menggiring siswa merancang eksperimen, demonstrasi untuk diujikannya.
  3. Fase Ketiga, Publikasi. Pada fase ini Siswa mampu mengkomunikasikan hasil temuan-temuan, membuktikan, memperagakan tentang materi yang dibahas. Penemuan itu dapat bersifat sebagai sesuatu yang baru atau sekedar membuktikan hasil pengamatannya.. Siswa dapat memberikan pembuktian terkaan gagasan-gagasan barunya untuk diketahui oleh teman-teman sekelasnya. Siswa siap menerima kritikan, saran atau sebaliknya saling memperkuat argumen.


KELEBIHAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIFE INTEGRATED, READING AND COMPOSITION (CIRC)

  1. Dalam proses belajar mengajar, siswa dapat memberikan tanggapannya secara bebas.
  2. Siswa dilatih untuk dapat bekerjasama dan menghargai pendapat orang lain.



KEKURANGAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIFE INTEGRATED, READING AND COMPOSITION (CIRC)

  1. Pada saat dilakukan persentasi terjadi kecenderungan hanya siswa pintar yang secara aktif tampil menyampaikan dan gagasan.
  2. Siswa yang pasif akan merasa bosan


Jadi dalam CIRC, terdapat kesempatan yang sama bagi setiap anggota kelompok untuk berhasil. Dukungan kelompok dalam belajar, dan tanggung jawab individual digunakan untuk penampilan atau penentuan hasil akhir. Hal ini merupakan tiga elemen yang menjadi karakteristik dari model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition ( CIRC ).

No comments:

Post a Comment