Thursday, January 17, 2013

Model Pembelajaran Talking Stick








Teman-teman, sekarang saya akan berbagi tentang Model pembelajaran talking stick. Model pembelajaran talking stick dalam pelaksanaannya menggunakan tongkat. Agar lebih santai bisa diselingi dengan menyanyikan lagu waktu tongkat dipindahtangankan. Agar lebih jelas silahkan teman-teman baca, ya...

Talking stick (tongkat berbicara) adalah metode yang pada mulanya digunakan oleh penduduk asli Amerika untuk mengajak semua orang berbicara atau menyampaikan pendapat dalam suatu forum (pertemuan antarsuku), sebagaimana dikemukakan Carol Locust berikut ini:

The Talking stick has been used for centuries by many Indian tribes as a means of just and impartial hearing. The Talking stick was commonly used in council circles to decide who had the right to speak. When matters of great concern would come before the council, the leading elder would hold the Talking stick, and begin the discussion. When he would finish what he had to say, he would hold out the Talking stick, and whoever would speak after him would take it. In this manner, the stick would be passed from one individual to another until all who wanted to speak had done so. The stick was then passed back to the elder for safe keeping.

Model pembelajaran talking stick adalah metode pembelajaran dengan bantuan tongkat. siapa yang memegang tongkat wajib menjawab pertanyaan dari guru setelah siswa mempelajari materi pokoknya.

Model pembelajaran talking stick ini mirip dengan permainan di olahraga yaitu seperti estapet, karena model pembelajaran ini menggunakan media tongkat / kayu. Model pembelajaran ini sangat mengenangkan karena dapat memotivasi siswa dalam belajar. Siswa harus siap berusaha untuk bisa menjawab pertanyaan dari guru jika siswa tersebut telah memegang tongkatnya.




Sintaks (langkah-langkah) dari Model pembelajaran talking stick, yaitu :

  1. Guru menyiapkan sebuah tongkat.
  2. Guru menyampaikan materi pokok yang akan dipelajari kemudian memberikan kesempatan kepada siswa untuk membaca dan mempelajari materi pada buku pegangannya / buku paketnya.
  3. Setelah selesai siswa membaca buku dan mempelajarinya guru mempersilahkan siswa untuk menutup bukunya
  4. Guru mengambil tongkat dan memberikannya kepada siswa, setelah itu guru memberikan pertanyaan dan siswa yang memegang tongkat tersebut harus menjawab pertanyaan dari guru tersebut, demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa mendapat bagian untuk menjawab setiap pertanyaan dari guru.
  5. Guru bersama-sama siswa menyimpulkan pelajaran, mengadakan refleksi, dan evaluasi.

Kelebihan dari  Model pembelajaran talking stick, yaitu :

  • Menguji kesiapan siswa
  • Melatih membaca dan memahami dengan cepat
  • Agar lebih giat belajar ( belajar dahulu)

Kekurangan atau kelemahan dari Model pembelajaran talking stick, yaitu:

  • Membuat siswa senam jantung 
Semoga artikel tentang Model pembelajaran talking stick dapat menjadi salah satu pilihan teman-teman untuk memvariasikan kegiatan belajar mengajar di sekolah. Aamiin.


1 comment:

  1. Permisii..., maaf menngangu...., untuk metode talking stick ini apakah ada bukunya ya...? Mohon bantuanya..., kebetulan adeg saya, mendapatkan tugas skripsi yg berhubungan dengan metode ini..., dan masih kesulitan untuk mencari informasi tentang buku.., untuk bahan skripsinya...,

    ReplyDelete