Monday, December 31, 2012

Model Pembelajaran Cooperative Script








Model Pembelajaran Kooperatif Script ( cooperative script ) adalah salah satu model pembelajaran kooperatif yang di perkenalkan oleh Dansereau CS.

Dansereau ( Komalasari, 2010: 63 ) menjelaskan bahwa “Cooperative Script" merupakan metode belajar dimana murid bekerjasama berpasangan, dan secara lisan bergantian mengikhtisarkan bagian bagian dari materi yang dipelajari”.

Sintaks/ langkah-langkah Model Pembelajaran Kooperatif Script
  1. Guru mengelompokkan siswa untuk berpasangan,
  2. Guru membagikan wacana/materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan.
  3. Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar,
  4. Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin, dengan memasukkan ide­ide pokok dalam ringkasannya.
  5. Sementara pendengar:
  6. Menyimak/mengoreksi/menunjukkan ide­ide pokok yang kurang lengkap.
  7. Membantu mengingat/menghafal ide­ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya.
  8. Bertukar peran, semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya, serta melakukan hal­hal seperti di atas.
  9. Siswa bersama guru menarik kesimpulan, dan
  10. Penutup.
Fase dan Peran Guru dalam Model Pembelajaran Kooperatif Script

FASE
PERAN GURU

1.      Menyampaikan tujuan memotivasi dan apersepsi.

2.      Menyajikan informasi



3.      Mengorganisasikan siswa dalam
kelompok-kelompok belajar dan Kemudian masing – masing siswa berpasangan dengan kelompok lain.



4.       Membimbing untuk berpasangan




5.      Evaluasi


6.      Memberikan penghargaan

Guru menyampaikan tujuan pembelajaranmemotivasi dan apersepsi.

Guru menyajikan informasi kepada siswa dengan jalan demonstrasi atau lewat bahan bacaan.

Guru menjelaskan kepada siswa bagaimana caranya membentuk kelompok belajar, membagikan materi yang berbeda setiap kelompok, dan membantu setiap kelompok agar melakukan berpasangan untuk setiap siswa dengan kelompok yang lain

Membimbing siapa yang pertama sebagai pembaca dan siapa yang sebagai pendengar, serta memberi tanggapan dan bertukar peran.

Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari.

Guru menggunakan cara-cara yang sesuai untuk menghargai misalkan  berprestasi berupa pujian, hadiah, dan bintang prestasi baik upaya maupun hasil belajar individu dan kelompok.










































1. Kelebihan model pembelajaran cooperative script

  • Melatih pendengaran, ketelitian, dan kecermatan.
  • Setiap siswa mendapat peran.
  • Melatih mengungkapkan kesalahan orang lain.

2. Kelemahan model pembelajaran cooperative script

  • Hanya digunakan untuk mata pelajaran tertentu.
  • Hanya dilakukan oleh dua orang.



Semoga bermanfaat.....

Sumber:
Komalasari Kokom. 2010. Pembelajaran Kontekstual. Bandung: PT Refika Aditama 


No comments:

Post a Comment