Implementasi Learning Cycle dalam pembelajaran sesuai dengan pandangan kontruktivis yaitu:
1) Siswa belajar secara aktif. Siswa mempelajari materi secara bermakna
dengan bekerja dan berpikir. Pengetahuan dikonstruksi dari
pengalaman siswa.
2) Informasi baru dikaitkan dengan skema yang telah dimiliki siswa.
Informasi baru yang dimiliki siswa berasal dari interpretasi individu.
3) Orientasi pembelajaran adalah investigasi dan penemuan yang
merupakan pemecahan masalah.
Cohen dan Clough (dalam Soebagio, 2000) menyatakan bahwa Learning Cycle adalah strategi jitu bagi pembelajaran sain di sekolah menengah karena dapat dilakukan secara luwes dan memenuhi kebutuhan nyata guru dan siswa. Dilihat dari dimensi guru penerapan strategi ini memperluas wawasan dan meningkatkan kreatifitas guru dalam merancang kegiatan pembelajaran.
Keuntungan Model pembelajaran Learning Cycle sebagai berikut:
a. meningkatkan motivasi belajar karena pebelajar
dilibatkan secara aktif dalam proses pembelajaran
b. membantu mengembangkan sikap ilmiah pebelajar
c. pembelajaran menjadi lebih bermakna
Adapun kekurangan Learning Cycle penerapan strategi ini yang harus selalu diantisipasi diperkirakan sebagai berikut (Soebagio, 2000):
1. Efektifitas pembelajaran rendah jika guru kurang menguasai materi dan
langkah-langkah pembelajaran
2. Menuntut kesungguhan dan kreativitas guru dalam merancang dan
melaksanakan proses pembelajaran
3. Memerlukan pengelolaan kelas yang lebih terencana dan terorganisasi
4. Memerlukan waktu dan tenaga yang lebih banyak dalam menyusun
rencana dan melaksanakan pembelajaran.
Aktivitas Belajar dalam Tiap Fase Learning Cycle 5E
Fase Aktivitas Belajar/ Metode
1. Engagement: menyiapkan (mengkondisikan) diri pebelajar,
mengetahui kemungkinan terjadinya miskonsepsi, membangkitkan
minat dan keingintahuan (curiosity) pebelajar
a. Demonstrasi oleh guru atau siswa
b. Tanya jawab dalam rangka mengeksplorasi
pengetahuan awal, pengalaman, dan ide-ide pebelajar
c. Pebelajar diajak membuat prediksi-prediksi tentang fenomena
yang akan dipelajari dan dibuktikan dalam tahap eksplorasi
2. Exploration: pebelajar bekerja sama dalam kelompok-kelompok kecil,
menguji prediksi, melakukan dan mencatat pengamatan serta ide-ide
a Demonstrasi
b Praktikum
c Mengerjakan LKS (Lembar Kegiatan Siswa)
3. Explaination: siswa menjelaskan konsep dengan kalimat mereka sendiri,
guru meminta bukti dan klarifikasi dari penjelasan mereka dan
mengarahkan kegiatan diskusi, pebelajar menemukan istilah-istilah
dari konsep yang dipelajari.
a Mengkaji literatur
b Diskusi Kelas
4. Elaboration (extention) : siswa menerapkan konsep dan keterampilan
dalam situasi baru.
a Demontrasi lanjutan
b Praktikum lanjutan
c Problem solving
5. Evaluation : evaluasi terhadap efektifitas fase-fase sebelumnya ; evaluasi
terhadap pengetahuan, pemahaman konsep, atau kompetensi pebelajar
dalam konteks baru yang kadang-kadang mendorong pebelajar
melakukan investigasi lebih lanjut.
a Refleksi pelaksanaan pembelajaran
b Tes tulis
c Problem solving
Dalam membuat rencana pembelajaran berbasis Learning Cycle, kegiatan-kegiatan yang dipilih dalam tiap fase harus ditelaah melalui pertanyaan « Konsep apa yang akan diberikan ? » atau « Kompetensi apakah yang harus dikuasai siswa ? » dan « Aktivitas-aktivitas yang bagaimanakah yang harus dikelola dalam tiap fase agar tercapai pemahaman konsep atau terkuasainya kompetensi tersebut ? ». Kegiatan-kegiatan dalam tiap fase harus dirangkai sedemikian rupa sehingga tujuan pembelajaran tercapai. Kompetensi yang bersifat psikomotorik dan afektif misalnya akan lebih efektif bila dikuasai siswa melalui kegiatan semacam praktikum.
Lingkungan belajar yang perlu diupayakan agar Learning Cycle berlangsung konstruktivistik adalah :
1. Tersedianya pengalaman belajar yang berkaitan dengan pengetahuan yang
telah dimiliki siswa
2. Tersedianya berbagai alternatif pengalaman belajar jika memungkinkan
3. Terjadinya transmisi sosial, yakni interaksi dan kerja sama individu dengan
lingkungannya
4. Tersedianya media pembelajaran
5. Kaitkan konsep yang dipelajari dengan fenomena sedemikian rupa sehingga
siswa terlibat secara emosional dan sosial yang menjadikan pembelajaran
berlangsung menarik dan menyenangkan.
No comments:
Post a Comment