Pembelajaran akan sangat membosankan jika kita tidak melakukan variasi dalam pelaksanaannya. Sekarang saya akan berbagi tentang model MEA (Means Ends Analisys). Semoga model MEA (Means Ends Analisys) ini dapat menjadi salah satu pilihan bagi teman-teman dalam proses belajar mengajar.
MEA (Means Ends Analisys) adalah variasi dari pembelajaran dengan
pemecahan masalah dengan sintaks: sajikan materi dengan pendekatan pemecahan
masalah berbasis heuristic, elaborasi menjadi sub-sub masalah yang lebih
sederhana, identifikasi perbedaan, susun sub-sub masalah sehingga terjadi koneksivitas,
pilih strategi solusi
Kelebihan model MEA (Means Ends Analisys) adalah :
- Melatih
siswa untuk mengelaborasi setiap kejadian
- Berpikir
dan bertindak kreatif.
- Memecahkan
masalah yang dihadapi dengan sikap kritis
- Mengidentifikasi
dan melakukan pengamatan
- Menafsirkan
dan mengevaluasi hasil pengamatan.
- Merangsang
perkembangan kemajuan berfikir siswa untuk menyelesaikan masalah yang
dihadapi dengan tanggap.
- Dapat
membuat pendidikan sekolah lebih relevan dengan kehidupan, khususnya dunia
kerja.
Kelemahan model pembelajaran MEA (Means Ends Analisys) sebagai berikut.
- Memerlukan alokasi waktu yang lebih panjang dibandingkan dengan metode pembelajaran yang lain.
- Tidak semua mata pelajaran dapat menggunakan model MEA
- Perlu penguasaan materi oleh guru yang menerapkan model pembelajaran ini.

No comments:
Post a Comment