Teman-teman, sebagai seorang guru alangkah baiknya jika kita mempunyai pengetahuan yang luas tentang cara menyampaikan materi di dalam kelas. Sekarang saya akan berbagi tentang salah satu model pembelajaran kooperatif. Model pembelajaran yang saya maksud adalah model pembelajaran jigsaw.
Model pembelajaran Jigsaw adalah teknik pembelajaran kooperatif dimana siswa, bukan guru, yang memiliki tanggung jawab lebih besar dalam melaksanakan pembelajaran. Tujuan dari Jigsaw ini adalah mengembangkan kerja tim, keterampilan belajar koopenatif, dan menguasai pengetahuan secara mendalam yang tidak mungkin diperoleh apabila mereka mencoba untuk mempelajari semua materi sendirian.
Model pembelajaran Jigsaw adalah teknik pembelajaran kooperatif dimana siswa, bukan guru, yang memiliki tanggung jawab lebih besar dalam melaksanakan pembelajaran. Tujuan dari Jigsaw ini adalah mengembangkan kerja tim, keterampilan belajar koopenatif, dan menguasai pengetahuan secara mendalam yang tidak mungkin diperoleh apabila mereka mencoba untuk mempelajari semua materi sendirian.
Dalam model pembelajaran Jigsaw,
guru berperan sebagai fasilitator baik itu fasilitator kelompok asal maupun
fasilitator kelompok ahli. Sedangkan siswa menjalani dua peran yaitu sebagai
peneliti dan pengajar.
Pada model pembelajaran Jigsaw, terdapat
kelompok asal dan kelompok ahli. Kelompok asal yaitu kelompok induk siswa yang
beranggotakan siswa dengan kemampuan, asal, dan latar belakang yang beragam.
Kelompok asal merupakan gabungan dari beberapa ahli. Kelompok ahli yaitu
kelompok siswa yang terdiri dari anggota kelompok asal yang berbeda yang
ditugaskan untuk mempelajari dan mendalami topik tertentu dan menyelesaikan
tugas-tugas yang berhubungan dengan topiknya untuk kemudian dijelaskan kepada
anggota kelompok asal.
Kelebihan model JIGSAW yaitu :
- Melibatkan seluruh peserta didik dalam belajar dan sekaligus mengajarkan kepada orang lain.
- Meningkatkan rasa tanggung jawab siswa terhadap pembelajarannya sendiri dan juga pembelajaran orang lain.
- Siswa tidak hanya mempelajari materi yang diberikan, tetapi mereka juga harus siap memberikan dan mengajarkan materi tersebut pada anggota kelompok yang lain.
- Siswa saling tergantung satu dengan yang lain dan bekerjasama secara kooperatif untuk mempelajari materi yang ditugaskan.
- Melatih peserta didik agar terbiasa berdiskusi dan bertanggungjawab secara individu untuk membantu memahamkan tentang suatu materi pokok kepada teman sekelasnya.
Adapun kekurangan model JIGSAW yaitu :
- Kurangnya pemahaman guru mengenai penerapan pembelajaran model Jigsaw.
- Jumlah siswa yang terlalu banyak yang mengakibatkan perhatian guru terhadap proses pembelajaran relatif kecil sehingga hanya segelintir orang yang menguasai arena kelas sedangkan yang lain hanya sebagai penonton.
- Kurangnya sosialisasi dari pihak terkait tentang teknik pembelajaran model Jigsaw.
- Kurangnya buku sumber sebagai media pembelajaran.
- Terbatasnya pengetahuan siswa akan sistem teknologi dan informasi yang dapat mendukung proses pembelajaran.
Semoga postingan tentang Model Pembelajaran Jigsaw ini dapat bermanfaat. Aamiin...

No comments:
Post a Comment