Friday, June 7, 2019

APLIKASI RAPOR 2013 SEMESTER II TAHUN PELAJARAN 2018/2019

Sahabat guru sebentar lagi semester II akan berakhir. Saatnya guru disibukkan untuk mengisi rapor. Di bawah ini ada aplikasi rapor yang mudah dalam penggunaannya.



Berikut Link rapor Kelas 1 sampai Kelas VI Semester II Tahun Pelajaran 2018/2019:

Kelas 1

Kelas 2

Kelas 3

Kelas 4

Kelas 5

Kelas 6



Semoga bermanfaat




Saturday, September 5, 2015

DAFTAR BERKAS YANG HARUS DISIAPKAN UNTUK E-PUPNS 2015

Pendataan ulang Pegawai Negeri Sipil (PNS) nasional merupakan kegiatan pemutakhiran data PNS yang dilakukan secara online dan dilaksanakan sejak bulan Juli dan berakhir pada Desember 2015. Untuk proses pemutakhiran data ini setiap PNS memulai dengan melakukan pemeriksaan data yang tersedia dalam database kepegawaian BKN dan selanjutnya PNS, melakukan perbaikan data yang tidak sesuai serta menambahkan/melengkapi data yang belum lengkap/tersedia di database BKN.



Dalam pelaksanaan Pendataan Ulang Pegawai Negeri Sipil secara online atau e-PUPNS ada banyak berkas yang harus disiapkan PNS untuk verifikasi data. Setiap PNS mengentri datanya sendiri ke sistem e-PUPNS. Data yang dientri menjadi tanggung jawabnya sendiri dengan bukti-bukti manual yaitu berkas yang miliki.

Berkas yang harus disiapkan untuk e-PUPNS antara lain :

  • Foto kopi SK 80 % (CPNS)
  • Foto kopi SK 100 % (PNS)
  • Foto kopi Konfersi NIP
  • Foto kopi Karpeg biasa
  • Foto kopi Karpeg Elektrik
  • Foto kopi SK Pangkat Awal sampai Terakhir.
  • Foto kopi SK Berkala Awal sampai Terakhir.
  • Foto kopi SK jabatan awal sampai dengan SK Jabatan Akhir.
  • Foto kopi SK Tugas Belajar
  • Foto kopi SK Ijin Belajar
  • Foto kopi Ijasah & Transkip Nilai yang dipakai pada saat pengangkatan.
  • Foto kopi Ijisah & Transkip nilai yang di pakai pada SK pangkat terakhir.
  • Foto kopi Berita Acara Sumpah PNS
  • Foto kopi KTP
  • Foto kopi NPWP
  • Foto kopi BPJS / ASKES
  • Daftar Riwayat Hidup
  • Bagi PNS Guru disiapkan akta mengajar.
  • Foto kopi SK atau Sertifikat Pendidik

E-PUPNS tahun 2015 dijadwalkan akan dimulai tanggal 1 September 2015 sampai dengan 31 Desember 2015. Seluruh PNS wajib mengikuti e-PUPNS sebagaimana telah ditetapkan dalam Peraturan Kepala BKN Nomor 19 Tahun 2015 tentang Pedoman Pelaksanaan e-PUPNS. Resiko apabila tidak mengikuti pendataan ini, maka PNS tersebut di nyatakan berhenti.

Portal untuk mendaftar e-pupns : http://pupns.bkn.go.id/

Sunday, June 23, 2013

MODEL PEMBELAJARAN CONCEPT SENTENCE

Pembelajaran menjadi bermakna jika peserta didik terlibat aktif dalam proses belajar mengajar. Guru berperan sebagai fasilitator agar pembelajaran menjadi bermakna, bukan sebagai penceramah bagi peserta didik. Nah, teman-teman sekarang saya akan membagikan salah satu model pembelajaran agar peserta didik termotivasi dalam mengikuti pembelajaran, sehingga pembelajaran akan lebih bermakna. Model Pembelajaran yang akan saya sajikan adalah Model Pembelajaran Concept Sentence. Untuk lebih jelasnya, silahkan teman-teman baca di bawah ini ya....

Model Pembelajaran Concept Sentence dilakukan dengan cara membentuk siswa dengan kelompok heterogen dan membuat kalimat dengan minimal 4 kata kunci sesuai materi yang disajikan. 

Prosedur Model Pembelajaran Concept Sentence adalah penyampaian kompetensi, sajian materi, membentuk kelompok heterogen, guru menyiapkan kata kunci sesuai materi bahan ajar, tiap kelompok membuat kalimat berdasarkan kata kunci, presentasi.


Langka-langkah / Sintaks Model Pembelajaran Concept Sentence, yaitu:

NO
LANGKAH
KEGIATAN
1
Pendahuluan
Salam
Doa
Absensi
Apersepsi
Tanya jawab
2
Kegiatan Inti
Penyampaian kompetensi
Sajian materi
Membentuk kelompok heterogen
Guru menyiapkan kata kunci sesuai materi bahan ajar
Tiap kelompok membuat kalimat berdasarkan kata kunci
Presentasi
3
Kegiatan Penutup
Kesimpulan
Penilaian
Motivasi dan nasihat

Kelebihan / Keunggulan Model Pembelajaran Concept Sentence yaitu:
1.      Siswa lebih memahami kata kunci dari materi pokok pelajaran.
2.      Siswa yang lebih pandai dapat mengajari siswa kurang pandai.

Kelemahan / Kekurangan Model Pembelajaran Concept Sentence yaitu:
1.      Model ini hanya dapat digunakan untuk mata pelajaran tertentu saja.
2.      Bagi siswa yang pasif dapat mengambil jawabandari temannya.

Semoga postingan mengenai "Model Pembelajaran Concept Sentence" ini bermanfaat ....

Friday, June 21, 2013

MODEL PEMBELAJARAN COMPLETE SENTENCE

Teman-teman, sebentar lagi memasuki tahun ajaran baru. Kita berharap pembelajaran yang akan kita lakukan pada masa yang akan datang lebih bermakna dan bermanfaat bagi peserta didik kita. Salah satu mata pelajaran yang diajarkan di sekolah adalah Bahasa Indonesia. Beberapa guru ada yang kurang menyukai mata pelajaran Bahasa Indonesia. Namun, bagi guru kelas di Sekolah Dasar meskipun ia tidak menyukai mata pelajaran Bahasa Indonesia ia tetap harus mengajarkannya kepada peserta didik. Bagi guru yang menyenangi mata pelajaran Bahasa Indonesia tidak akan menjadi masalah, karena guru tersebut pasti sudah mempunyai banyak  cara agar pembelajaran menjadi menyenangkan. Sekarang saya akan membagikan Model pembelajaran complete sentence bagi guru yang kurang menyukai mata pelajaran Bahasa Indonesia. Karena model ini dapat dengan mudah kita terapkan. Untuk lebih jelasnya baca artikel di bawah ini ya....



Model pembelajaran complete sentence adalah model pembelajaran mudah dan sederhana di mana siswa belajar melengkapi paragraf yang belum sempurna dengan menggunakan kunci jawaban yang tersedia.

Langkah-langkah / Sintaks Model pembelajaran complete sentence, yaitu:
1.      Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai.
2.      Guru Menyampaikan materi secukupnya atau siswa disuruh membacakan buku atau modul dengan waktu secukupnya.
3.      Guru membentuk kelompok 2 atau 3 orang secara heterogen.
4.      Guru membagikan lembar kerja berupa paragraf yang kalimatnya belum lengkap.
5.      Siswa berdiskusi untuk melengkapi kalimat yang belum lengkap
6.      Siswa berdiskusi secara berkelompok.
7.      Presentasi.
8.      Jawaban yang salah diperbaiki.

9.      Kesimpulan

Model pembelajaran complete sentence mempunyai kelebihan / keunggulan, diantaranya:
v Meningkatkan kerjasama siswa dalam kelompok

v Siswa dilatih untuk berani dan percaya diri karena harus tampil mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas.

Model pembelajaran complete sentence mempunyai kelemahan / kekurangan antara lain:
v Sedikit membosankan, karena dalam proses pembelajaran hanya di isi dengan kerja kelompok dan diskusi.

v Tidak bisa melihat kemampuan tiap-tiap siswa karena mereka bekerja dalam kelompok.

Semoga postingan mengenai "Model pembelajaran complete sentence" ini dapat bermanfaat....

Pengertian dan Cara Penerapan Eksplorasi, Elaborasi, dan Konfirmasi dalam Pelaksanaan Pembelajaran


Saat ini guru-guru dibingungkan dengan istilah Eksplorasi, Elaborasi, dan Konfirmasi yang digunakan dalam RPP Berkarakter. Teman-teman banyak bertanya, apa maksud ketiga istilah ini. Sekarang saya mencoba untuk memberikan penjelasan singkat tentang Eksplorasi, Elaborasi, dan Konfirmasi.



Pengertian Eksplorasi, Elaborasi, dan Konfirmasi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, ketiga istilah tersebut bermakna sebagai berikut:

  1. Eksplorasi adalah kegiatan untuk memperoleh pengalaman-pengalaman baru dari situasi yang baru.
  2. Elaborasi adalah penggarapan secara tekun dan cermat.
  3. Konfrimasi adalah pembenaran, penegasan, dan pengesahan

Penerapan Eksplorasi, Elaborasi, dan Konfirmasi dalam RPP dan proses pembelajaran

1. Eksplorasi

Dalam kegiatan eksplorasi, guru melibatkan peserta didik dalam mencari dan menghimpun informasi, menggunakan media untuk memperkaya pengalaman mengelola informasi, memfasilitasi peserta didik berinteraksi sehingga peserta didik aktif, medorong peserta didik mengamati berbagai gejala, menangkap tanda-tanda yang membedakan dengan gejala pada peristiwa lain, mengamati objek di lapangan dan labolatorium.

Kegiatan guru dan peserta didik dalam siklus ekplorasi adalah
Peserta didik :
  • menggali informasi dengan membaca, berdikusi, atau percobaan
  • mengumpulkan dan mengolah data

Guru :
  • menggunakan berbagai pendekatan dan media
  • memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik, peserta didik dengan guru, dan peserta didik dengan sumber belajar
  • melibatkan peserta didik secara aktif

2. Elaborasi

Dalarn kegiatan elaborasi, guru mendorong peserta didik membaca dan menuliskan hasil eksplorasi, mendiskusikan, mendengar pendapat, untuk lebih mendalami sesuatu, menganalisis kekuatan atau kelemahan argumen, mendalami pengetahuan tentang sesuatu, membangun kesepakatan melalui kegiatan kooperatif dan kolaborasi, membiasakan peserta didik membaca dan menulis, menguji prediksi atau hipotesis, menyimpulkan bersama, dan menyusun laporan atau tulisan, menyajikan hasil belajar.

Kegiatan guru dan peserta didik dalam siklus elaborasi adalah

Peserta didik :
  • melaporkan hasil eksplorasi secara lisan atau tertulis, baik secara individu maupun kelompok
  • menanggapi laporan atau pendapat teman
  • mengajukan argumentasi dengan santun
Guru :
  • memfasilitasi peserta didik untuk berpikir kritis, menganalisis, memecahkan masalah, bertindak tanpa rasa takut
  • memfasilitasi peserta didik untuk berkompetisi

3. Konfirmasi :

Dalam kegiatan konfirmasi, guru memberikan umpan balik terhadap apa yang dihasilkan peserta didik melalui pengalaman belajar, memberikan apresiasi terhadap kekuatan dan
kelemahan hasil belajar dengan menggunakan teori yang dikuasi guru , menambah informasi yang seharusnya dikuasai peserta didik, mendorong peserta didik untuk menggunakan
pengetahuan lebih lanjut dari sumber yang terpecaya untuk lebih menguatkan penguasaan kompetensi belajar agar lebih bermakna. Setelah memeperoleh keyakinan, maka peserta didik
mengerjakan tugas-tugas untuk mengasilkan produk belajar yang kongkrit dan kontekstual.Guru membantu peserta didik menyelesikan masalah dan menerapkan ilmu dalam aktivitas yang nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan guru dan peserta didik dalam siklus konfirmasi
Peserta didik :
  • melakukan refleksi terhadap pengalaman belajarnya
Guru :
  • memberi umpan balik positif kepada peserta didik
  • memberi konfirmasi melalui berbagai sumber terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi
  • berperan sebagai narasumber dan fasilitator
  • memberi acuan agar peserta didik melakukan pengecekan hasil ekplorasi
  • memberi motivasi kepada peserta didik
Semoga penjelasan singkat mengenai Eksplorasi, Elaborasi, dan Konfirmasi dapat bermanfaat bagi teman-teman ....

KARAKTERISTIK SISWA SEKOLAH DASAR

Karakteristik anak usia SD adalah senang bermain, senang bergerak, senang bekerja dalam kelompok, serta senang merasakan/melakukan sesuatu secara langsung. Oleh karena itu, guru hendaknya mengembangkan pembelajaran yang mengandung unsur permainan, memungkinkan siswa berpindah atau bergerak bekerja atau belajar dalam kelompok serta memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat langsung dalam pembelajaran.
Sumantri dan Syaodih (2007: 6.4) menyebutkan, implikasi karakteristik dan kebutuhan siswa SD dalam proses pendidikan yakni: (1) Anak SD senang bermain, karenanya guru SD dituntut melaksanakan kegiatan pembelajaran yang bermuatan permainan, (istilahnya ‘sersan’ = serius tapi santai) (2) Anak SD senang bergerak, orang dewasa bisa duduk berjam-jam, sementara anak SD dapat  duduk tenang paling lama 30 menit.  Oleh karena itu, guru SD dituntut merancang pembelajaran yang memungkinkan siswa berpindah-pindah dan bergerak, (3) anak usia SD suka kerja berkelompok, aspek penting dalam pergaulan sebaya dalam proses sosialisasi harus ditekankan oleh guru, seperti: bekerjasama, sportif, tanggung jawab,demokrasi dan bersaing secara sehat.
Belajar secara umum dimaknai sebagai proses perubahan tingkah laku akibat interaksi dengan lingkungan. Perubahan tingkah laku ini merupakan upaya yang dilakukan secara sadar berdasarkan pengalaman ketika berinteraksi dengan lingkungan. Pola tingkah laku yang terjadi dapat dilihat atau diamati dalam bentuk perbuatan reaksi atau sikap baik secara fisik jasmani maupun mental spiritual.
Belajar bagi anak dan juga diri kita adalah proses menuju aku tahu, aku paham, aku mengerti dan akhirnya aku bisa melakukan sesuatu.  Karenanya belajar tidak terbatas pada aktivitas membaca, menulis dan berhitung sebagaimana yang kita kenal selama ini.   
Ekspresi anak dalam mengutarakan pemikiran dan perasaan secara visual tentu berbeda-beda. Bahkan saat anak melakukan kesalahan pun, sebenarnya ia sedang belajar (Iriyanto, 2007:24).

Perubahan tingkah laku sebagai hasil proses belajar mengandung pengertian yang cukup luas, baik pengetahuan pemahaman, pola pandang, sikap dan sebagainya. Perubahan yang terjadi memiliki karakteristik antara lain, perubahan secara sadar bersifat keseimbangan dan fungsional, tidak bersifat sementara, bersifat positif dan aktif, memiliki arah dan tujuan serta mencakup selurauh aspek perubahan tingkah laku baik pengetahuan sikap dan perbuatan.

Semoga postingan mengenai "Karakteristik Siswa Sekolah Dasar " ini bermanfaat....

PENGERTIAN BELAJAR MENURUT BEBERAPA AHLI

Pengertian Belajar adalah suatu kata yang sudah akrab dengan semua lapisan masyarakat. Bagi para pelajar kata belajar merupakan kata yang tidak asing. Bahkan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari semua kegiatan mereka dalam menuntut ilmu. Pengertian belajar tidak semua orang tahu apa itu belajar. Masalah pengertian belajar menurut beberapa ahli berbeda-beda pendapat misalkan James O. Whittaker (Ahmadi, 2000:126), merumuskan belajar sebagai proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau Pengalaman.
Cronbach (Djamarah, 2000:13) berpendapat bahwa learning is shown by change behavior as a result of experince. Belajar sebagai suatu aktivitas yang ditunjukkan oleh perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman.
Howard L. Kingskey (Djamarah, 2000:13) mengatakan bahwa belajar adalah proses dimana tingkah laku (dalam arti luas) ditimbulkan atau diubah melalui praktek dan latihan.
Menurut Drs. Slameto  (Djamarah, 2000:13) belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.
Dilain pihak, belajar adalah aktivitas peserta didik. Peserta didik sebagai pelajar akan secara langsung mengalami, menghayati, dan melakukan proses interaksi yang bertujuan untuk meningkatkan perkembangan mental menuju kemandirian. Disini berarti belajar adalah proses internal peserta didik. Belajar adalah proses perubahan tingkah laku baik yang sifatnya pengetahuan, sikap, ataupun keterampilan.
Piaget (Suparno, 1997:141) menjelaskan bahwa Teori Perkembangan kognitif membedakan dua pengertian tentang belajar, belajar dalam arti sempit dan belajar dalam  arti luas. Belajar dalam arti sempit adalah “belajar yang hanya menekankan perolehan informasi baru dan pertambahan. Belajar dalam arti luas adalah belajar untuk memperoleh dan menemukan stuktur pemikiran yang lebih umum yang dapat digunakan pada bermacam-macam situasi.
Menurut kaum kontruktivis (Suparno, 1997:61) belajar merupakan proses aktif pelajar mengkontruksi arti entah teks, dialog, pengalaman fisis dan lain-lain. Belajar juga merupakan proses mengasimilasikan dan menghubungkan pengalaman atau bahan yang dipelajari dengan pengertian yang sudah dipunyai seseorang sehingga pengertiannya dikembangkan.
Konsep belajar menurut teori belajar konstruktivisme (Lapono, 2008:1.25) adalah pengetahuan baru dikonstruksi sendiri oleh peserta didik secara aktif berdasarkan pengetahuan yang telah diperoleh sebelumnya.
Dari beberapa pengertian belajar diatas maka dapat disimpulkan rumusan tentang belajar antara lain:
a)      Belajar akan membawa perubahan.
b)      Perubahan terjadi karena adanya suatu usaha dan proses yang menimbulkan pengalaman. 
c)   Dari perubahan diperoleh keterampilan dan pengetahuan yang baru.

Semoga postingan mengenai "Pengertian Belajar" ini bermanfaat ....

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BELAJAR


Belajar adalah perubahan yang relatif permanen dalam perilaku atau potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang diperkuat.



Keberhasilan belajar dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik faktor yang berasal dari dalam diri siswa/ intern maupun dari luar diri siswa.

1. Faktor Internal
Faktor internal adalah faktor-faktor yang berasal dari dalam diri individu dan dapat memengaruhi hasil belajar individu. Yang termasuk faktor internal, antara lain:
  • Faktor jasmaniah termasuk kesehatan, cacat tubuh.
  • Faktor psikologis termasuk intelegensi, perhatian, minat, bakat, motif, kematangan persiapan,
  • Faktor kelelahan, Berupa kelelahan dari aktivitas jasmaniah maupun rohaniah, seperti membantu orang tua bekerja.

2. Faktor ekternal 
Faktor eksternal adalah faktor-faktor yang berasal dari luar diri individu dan dapat memengaruhi hasil belajar individu. Yang termasuk faktor eksternal, antara lain:
  • Faktor keluarga, diantaranya cara orang tua mendidik anak, relasi antara anggota keluarga, suasana rumah, keadaan ekonomi keluarga, pengertian orang tua dan latar belakang kebudayaan.
  • Faktor sekolah, diantaranya termasuk metode mengajar, kurikulum, interaksi guru dan siswa, disiplin sekolah, alat peraga serta keadaan gedung.
  • Faktor Masyarakat, diantaranya tempat kegiatan siswa dalam masyarakat, teman bergaul dan kehidupan masyarakat.
Semoga postingan mengenai "Faktor-fator yang mempengaruhi Belajar" ini bermanfaat....






KOMPETENSI YANG HARUS DIMILIKI GURU

Pada saat ini, guru dituntut untuk memiliki sertifikat pendidik. Dengan sertifikat pendidik itu, guru akan memperoleh tunjangan sertifikasi. Namun, teman-teman guru harus melewati beberapa tahapan untuk mendapatkan sertifikat pendidik. Salah satunya tes uji kompetensi (UK). Jadi, diharapkan dengan adanya UK guru yang mendapat sertifikat pendidik telah memiliki kompetensi-kompetensi yang harus dimiliki oleh guru. Mungkin ada beberapa teman guru yang belum memahami apa itu kompetensi guru. Sekarang saya akan menguraikan secara singkat mengenai kompentensi-kompetensi yang harus dimiliki oleh guru.


 Pengertian kompetensi guru adalah pengetahuan, keterampilan dan kemampuan yang dikuasai oleh seseorang yang telah menjadi bagian dari dirinya, sehingga ia dapat melakukan perilaku kognitif, afektif dan psikomotorik dengan sebaik-baiknya.

Guru sebagai agen pembelajaran diharapkan memiliki empat jenis kompetensi guru. Ini berdasarkan Permendiknas No. 16 Tahun 2007. Empat kompetensi tersebut yakni kompetensi pedagogik, sosial, kepribadian, dan kompetensi profesional.

1.    Kompetensi Pedagogik

  • Menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, sosial, cultural, emosional, dan intelektual
  • Menguasai teori belajar dan prinsip pembelajaran yang mendidik.
  • Mengembangkan kurikulum yang terkait mata pelajaran yang diampu.
  • Menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik
  • Memanfaatkan TIK untuk kepentingan pembelajaran.
  • Memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik.
  • Berkomunikasi efektif, empatik, dan santun ke peserta didik.
  • Menyelenggarakan penilaian evaluasi proses dan hasil belajar.

2.    Kompetensi Kepribadian

  • Bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, social dan budaya bangsa
  • Penampilan yang jujur, berakhlak mulia, teladan bagi peserta didik dan masyarakat.
  • Menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap, stabil, dewasa, arif dan berwibawa
  • Menunjukkan etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru, dan rasa percaya diri.
  • Menjunjjung tinggi kode etik profesi guru.

3.    Kompetensi Sosial.

  • Bersikap inkulif, bertindak obyektif, serta tidak diskriminatif karena pertimbangan jenis kelamin, agara, raskondisifisik, latar belakang keluarga, dan status sosial keluarga.
  • Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua dan masyarakat.
  • Beradaptasi di tempat bertugas di seluruh wilayah RI yang memiliki keragaman social budaya.
  • Berkomunikasi dengan lisan maupun tulisan

4.    Kompetensi Profesional

  • Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung pelajaran yang dimampu
  • Mengusai standar kompentensi dan kompetensi dasar mata pelajaran/bidang pengembangan yang dimampu
  • Mengembangkan materi pembelajaran yang dimampu secara kreatif.
  • Mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif
  • Memanfaatkan TIK untuk berkomunikasi dan mengembangakan diri.

Semoga postingan mengenai Kompetensi yang harus dimiliki Guru ini bermanfaat

Sumber Bacaan:





Thursday, June 20, 2013

Download Administrasi Pembelajaran & Administrasi Kelas

Hai, teman-teman!!! Sebentar lagi kita memasuki tahun pelajaran baru.  Tentunya, di sekolah teman-teman sudah dilakukan pembagian tugas oleh kepala sekolah. Kita sebagai guru harus menyiapkan administrasi pembelajaran dan administrasi kelas. Di samping itu pada tahun ini, penilaian kinerja guru (PKG) akan dimulai. Jadi, agar nanti kita tidak kelabakan menyiapkan administrasi maka mulai saat ini kita sudah mulai sedikit demi sedikit menyiapkannya. Nah, kali ini saya akan berbagi beberapa administrasi pembelajaran dan administrasi kelas. Silahkan teman-teman download filenya di bawah ini....



Itulah beberapa administrasi pembelajaran & administrasi kelas yang dapat saya share sama teman-teman. Semoga postingan mengenai "Administrasi Pembelajaran & Administrasi Kelas" dapat bermanfaat bagi teman-teman dan terima kasih telah mengunjungi blog ini.

Sumber:
Pengawas TK/SD Danau Panggang dan Guru Kec. Danau Panggang


Sunday, June 16, 2013

MODEL PEMBELAJARAN DEBATE

Teman-teman, apa kabarnya nih? Sekarang di televisi sering kita melihat tentang debat sebelum pemilihan kepala daerah. Ternyata debat tidak hanya untuk pemilihan kepala daerah, tetapi dapat kita gunakan sebagai model pembelajaran. Agar pembelejaran kita menjadi lebih menyenangkan dan bermakna bagi peserta didik kita. untuk lebih jelasnya mengenai model pembelajaran debate, dapat teman-teman baca di bawah ini, ya...

Model pembelajaran debate merupakan salah satu metode pembelajaran yang sangat penting untuk meningkatkan kemampuan akademik siswa. Materi ajar dipilih dan disusun menjadi paket pro dan kontra. Siswa dibagi ke dalam dua kelompok yang duduknya berhadapan, satu kelompok  mengambil posisi pro dan satu kelompok  lainnya dalam posisi kontra. Selanjutnya antara kelompok pro dan kontra saling melakukan perdebatan tentang topik yang ditugaskan / diberikan. Laporan masing-masing kelompok yang menyangkut kedua posisi pro dan kontra diutarakan sesuai pendapat masing-masing kelompok dengan dibimbing oleh guru yang akhirnya dapat ditarik suatu kesimpulan. kemudian guru dapat mengevaluasi setiap siswa tentang penguasaan materi yang meliputi kedua posisi tersebut dan mengevaluasi seberapa efektif siswa terlibat dalam prosedur debat.



Pada dasarnya, model pembelajaran debate ini merupakan  pembelajaran kooperatif, dimana harus melibatkan materi ajar yang memungkinkan siswa saling membantu dan mendukung ketika mereka belajar materi dan bekerja saling tergantung (interdependen) untuk menyelesaikan tugas. Keterampilan sosial yang dibutuhkan dalam usaha berkolaborasi harus dipandang penting dalam keberhasilan menyelesaikan tugas kelompok. Ketrampilan ini dapat diajarkan kepada siswa dan peran siswa dapat ditentukan untuk memfasilitasi proses kelompok. Peran tersebut mungkin bermacam-macam menurut tugas, misalnya, peran pencatat (recorder), pembuat kesimpulan (summarizer), pengatur materi (material manager), atau fasilitator dan peran guru bisa sebagai pemonitor proses belajar.  

Dalam model pembelajaran debate siswa juga dilatih bagaimana mengeluarkan pendapat seperti dalam model pembelajaran Think Pair and Share, perbedaannya adalah dalam model pembelajaran debate situasi pembelajaran disengaja dibuat 2 kelompok yang berseberangan (pro dan kontra). Siswa dilatih mengutarakan pendapat/pemikirannya dan bagaimana mempertahankan pendapatnya dengan alasan-alasan  yang logis dan dapat dipertanggung jawabkan. Bukan berarti siswa diajak saling bermusuhan, melainkan siswa belajar bagaimana menghargai adanya perbedaan.

Sintaks / langkah-langkah model pembelajaran debate adalah sebagai berikut  :
  1. Guru membagi siswa menjadi 2 kelompok peserta debat, yang satu pro dan yang lainnya kontra dengan duduk berhadapan antar kelompok.
  2. Guru memberikan tugas untuk membaca materi yang akan diperdebatkan oleh kedua kelompok diatas.
  3. Setelah selesai membaca materi, Guru menunjuk salah satu anggota kelompok pro untuk berbicara saat itu, kemudian setelah selesai ditanggapi oleh kelompok kontra. Demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa bisa mengemukakan pendapatnya.
  4. Inti/ide-ide dari setiap pendapat atau pembicaraan di tulis di papan pendapat sampai mendapatkan sejumlah ide yang diharapkan.
  5. Guru menambahkan konsep/ide yang belum terungkapkan.
  6. Dari data-data yang diungkapkan tersebut, guru mengajak siswa membuat kesimpulan/rangkuman yang mengacu pada topik yang ingin dicapai.
v Kelebihan / Keunggulan Model Pembelajaran Debate
a.    Memacu siswa aktif dalam pembelajaran
b.    Meningkatkan kemampuan siswa dalam berkomunikasi secara baik
c.    Melatih siswa untuk mengungkapkan pendapat disertai alasannya
d.   Mengajarkan siswa cara menghargai pendapat orang lain
e.    Tidak membutuhkan banyak media

v Kekurangan / Kelemahan Model Pembelajaran Debate
a.    Tidak bisa digunakan untuk semua mata pelajaran (mata pelajaran tertentu saja)
b.    Pembelajaran kurang menarik (cukup monoton) karena hanya adu pendapat dan menggunakan banyak media
c.     Membutuhkan waktu yang cukup lama, karena siswa harus memahami materi terlebih dahulu sebelum melakukan debat
d.  Siswa menjadi takut dan tertekan karena harus bisa berkomunikasi secara langsung untuk mengungkapkan pendapatnya

Semoga postingan mengenai model pembelajaran debate ini dapat bermanfaat bagi teman-teman....

Wednesday, June 12, 2013

MODEL PEMBELAJARAN DOUBLE LOOP PROBLEM SOLVING (DLPS)

Teman-teman, sekarang proses belajar mengajar dituntut untuk lebih bermakna bagi peserta didik. Oleh sebab itu, sudah seharusnya kita sebagai pendidik untuk menguasai berbagai strategi dalam memberikan materi kepada peserta didik yang kita sayangi. Kali ini, saya akan berbagi tentang Model Pembelajaran Double Loop Problem Solving (DPLS).


Model Pembelajaran Double Loop Problem Solving (DPLS) adalah variasi dari pembelajaran dengan pemecahan masalah dengan penekanan pada pencarian kausal (penyebab) utama dari timbulnya masalah, jadi berkenaan dengan jawaban untuk pertanyaan mengapa. Selanjutnya menyelesaikan masalah tersebut dengan cara menghilangkan apa yang menyebabkan munculnya masalah tersebut.


Sintak Model Pembelajaran Double Loop Problem Solving (DPLS) adalah:
  1. identifkasi,
  2. deteksi kausal
  3. solusi tentative,
  4. pertimbangan solusi,
  5. analisis kausal,
  6. deteksi kausal lain, dan rencana solusi yang terpilih.

 Langkah penyelesaian masalah dalam Model Pembelajaran Double Loop Problem Solving (DPLS) sebagai berikut:
1)      menuliskan pernyataan masalah awal,
2)      mengelompokkan gejala,
3)      menuliskan pernyataan masalah yang telah direvisi,
4)      mengidentifikasui kausal,
5)      imoplementasi solusi,
6)      identifikasi kausal utama,
7)      menemukan pilihan solusi utama, dan
8)      implementasi solusi utama.
 Adapun kelebihan/keunggulan Model Pembelajaran Double Loop Problem Solving (DPLS) antara lain:
  1. Melatih siswa untuk mendesain suatu penemuan.
  2. Berpikir dan bertindak kreatif.
  3. Memecahkan masalah yang dihadapi secara realistis
  4. Mengidentifikasi dan melakukan penyelidikan.
  5. Menafsirkan dan mengevaluasi hasil pengamatan.
  6. Merangsang perkembangan kemajuan berfikir siswa untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan tepat.
  7. Dapat membuat pendidikan sekolah lebih relevan dengan kehidupan, khususnya dunia kerja.
 Kelemahan Model Pembelajaran Double Loop Problem Solving (DPLS) antara lain:      

  • Memerlukan alokasi waktu yang lebih panjang dibandingkan dengan metode pembelajaran yang lain. 


Semoga postingan tentang Model Pembelajaran Double Loop Problem Solving (DPLS)  ini bermanfaat.... :)


Sumber Bacaan: